TKB90: 98.73%

3 Jenis Pinjaman Tanpa Riba yang Ada Disekitarmu

March 22nd, 2021

Pernah gak sih kamu pinjam uang ke sebuah layanan keuangan lalu harus mengembalikan uang tersebut plus bunga? Nah, istilah semacam ini disebut juga pinjaman riba. Jika kamu mau terhindar dari riba, sebenarnya ada beberapa alternatif pinjaman tanpa riba yang ada di sekitarmu. Apa saja jenis opsi pinjaman tanpa riba?

Nah, setelah baca artikel ini, semoga kamu bisa langsung canangkan gerakan pinjaman tanpa riba ya. 

Baca juga: 6 Alasan Kartu Lebih Aman daripada Uang

Pengertian Pinjaman Riba

Riba adalah suatu kegiatan pengambilan nilai tambah yang memberatkan dari sebuah akad perekonomian, seperti jual beli atau utang piutang. Riba juga sering merujuk pada kondisi kelebihan dari jumlah pokok yang dipinjamkan oleh pemberi pinjaman ke orang yang meminjam. 

Misalnya, ketika kamu pinjam di bank senilai Rp 10 juta, lalu harus mengembalikannya sebesar Rp 10 juta + 1 juta (bunga). Kelebihan dari jumlah pokok ini yang biasa disebut bunga. 

Sebenarnya riba itu secara umum dibagi menjadi dua jenis, yaitu riba utang-piutang dan riba jual-beli. Mari kita kenalan dulu lebih jauh dengan kedua jenis riba ini.

1) Riba utang-piutang

Riba utang-piutang dibagi jadi dua jenis, yaitu riba Qard dan riba Jahiliyah. Riba Qard adalah suatu tingkat kelebihan atau manfaat tertentu yang disyaratkan terhadap yang berutang.

Misalnya, Agus memberikan pinjaman uang kepada Udin sebesar Rp 10 juta. Udin wajib mengembalikan pokok pinjaman plus bunga (riba) dengan total sebesar Rp 11 juta pada saat jatuh tempo.

Riba utang-piutang berikutnya yaitu riba jahiliyah. Ini adalah riba yang berupa utang yang dibayar lebih dari pokoknya karena si peminjam gak mampu bayar utang sesuai waktu yang ditetapkan.

Misalnya, Anang meminjam uang ke Ujang sebesar Rp 1 juta dengan jangka waktu 2 bulan. Pada jatuh tempo yang ditentukan, Ujang belum bisa membayar dan meminta keringanan. Neymar menyetujuinya, tapi dengan syarat Ujang harus membayar total utangnya jadi Rp 1,1 juta. 

2) Riba jual-beli

Riba jual-beli juga terbagi menjadi dua, yaitu riba Fadhl dan riba Nasi’ah. Riba Fadhl adalah pertukaran barang-barang sejenis dengan takaran atau kadar yang berbeda dan barang yang dipertukarkan termasuk dalam jenis “barang ribawi”.

Misalnya, ketika Risman ingin menukar beras dengan Anas. Risman menukar 3 kilogram beras berkualitas baik dengan 4 kilogram beras berkualitas buruk milik Anas. Pertukaran ini termasuk riba Fadhl. 

Riba jual-beli berikutnya adalah riba Nasi’ah. Riba ini adalah penangguhan penyerahan atau penerimaan jenis barang ribawi dengan jenis barang ribawi lainnya.

Misalnya, Pele memiliki emas 24 karat dan ingin barter dengan emas 21 karatnya Maradona dengan timbangan yang sama. Namun, Pele baru bisa menyerahkan emas 24 karatnya kepada Maradona satu minggu setelah transaksi dilaksanakan. Ini yang dimaksud riba Nasi’ah karena adanya penundaan atau penangguhan. 

Setelah mengenal jenis-jenis riba, kamu bisa mulai gerakan pinjaman tanpa riba dengan mengenal lembaga apa saja yang bisa menawarkan layanan ini.

Nah, berikut ini beberapa lembaga yang mengedepankan asas pinjaman tanpa riba. Rata-rata dari lembaga ini memiliki embel-embel kata syariah, tapi kamu perlu mengecek lebih lanjut juga tentang skema syariah yang digunakan masing-masing ya. 

Tiga jenis layanan perbankan dengan skema Pinjaman Tanpa Riba

3 Jenis Pinjaman Tanpa Riba yang Ada Disekitarmu

  • Perbankan Syariah

Sama seperti bank konvensional, bank Syariah juga punya produk pinjaman. Salah satunya yaitu KTA Syariah. KTA atau kredit tanpa agunan tentu sudah gak asing di telinga kamu.

Tapi, pernah gak kamu mendengar istilah KTA Syariah? Nah, layanan ini ada sebenarnya mirip dengan layanan pinjaman KTA produk bank lainnya. Bedanya, KTA ini menjalankan system syariah dan dikeluarkan oleh bank syariah juga. 

Melalui system syariah, kamu gak akan dibebankan sistem bunga yang sifatnya fluktuatif atau berubah-ubah. Selain itu, bank Syariah juga menggunakan sistem kemitraan dalam bentuk bagi hasil serta menerapkan sistem bagi risiko. 

  • Pinjaman online Syariah

Pinjaman online di Indonesia identik dengan rentenir online yang di dalamnya ada riba. Hal ini terbentuk karena maraknya pinjaman online illegal yang mencatut bunga setinggi mungkin dan menyebarkan data peminjam secara gak etis.

Sebagai informasi, untuk pinjaman online yang legal ada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengawasi sehingga bunga dan data kamu aman.

Baca juga: 5 Ciri Pinjaman Online yang Kredibel dan Terpercaya

Selain itu, ada juga pinjaman online dengan skema syariah atau tanpa riba. Hal ini sudah diatur oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) lewat Fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Nomor 117/DSN-MUI/II/2018.

Dalam fatwa tersebut diuraikan kalau pinjaman online bisa saja dilakukan atau halal hukumnya asalkan dengan akad perjanjian yang berdasarkan prinsip syariah atau tanpa mengenal unsur riba. 

MUI hanya membolehkan pinjaman online dengan akad yang digunakan oleh para pihak antara lain akad al-bai’, ijarah, mudharabah, musyarakah, wakalah bi al ujrah, dan qardh.

Sementara itu penggunaan teknologi informasi dalam pinjaman online syariah hanya bersifat untuk mempertemukan nasabah yang membutuhkan dengan pihak yang menyediakan dana.

  • Pegadaian Syariah

Apa bedanya pegadaian konvensional dengan pegadaian syariah? Secara model bisnis sebenarnya sama aja. Sama-sama bisa menggadaikan barang sebagai jaminan untuk memperoleh dana pinjaman.

Tapi bedanya, pegadaian Syariah gak mengambil keuntungan dalam bentuk bunga yang bisa berlipat ganda ataupun bagi hasil. Pegadaian Syariah akan mengutip upah berupa jasa pemeliharaan atas barang jaminan yang digadaikan. 

Pegadaian Syariah pada umumnya menggunakan akad Rahn yang artinya menahan harta milik si peminjam sebagai jaminan atas pinjaman yang diberikan. Akad rahn ini biasa dimaksudnya dengan perjanian untuk tolong-menolong antarsesama. 

EmpatKali juga menerapkan Pinjaman Tanpa Riba

Dari ketiga jenis layanan pinjaman tanpa riba tadi, kamu pilih yang mana? Apapun pilihan kamu, pastikan layanan itu memiliki akad yang betul-betul syariah ya.

Kalau kamu masih ragu mau pinjam uang di layanan-layanan itu, sedangkan kamu butuh dana karena ada barang yang mau kamu beli, coba deh beli pakai aplikasi EmpatKali. 

Baca juga: Jangan Asal Kredit, Ketahui Juga Aturan ini Sebelum Pinjam Dana ke Fintech

EmpatKali adalah aplikasi cicilan tanpa bunga yang mempermudah urusan pembayaran dari setiap pembelanjaan barang favoritmu. Kamu bisa transaksi online di merchant partner EmpatKali sekarang untuk melengkapi koleksi favoritmu.

Sistem kerjanya lumayan mirip dengan kartu kredit, hanya saja pinjaman EmpatKali gak butuh kartu fisik dan tanpa riba. Kamu juga gak akan dibebani dengan biaya tahunan atau langganan dan sebagainya. Tertarik menggunakan layanan EmpatKali?

Download aplikasi EmpatKali di Play Store atau App Store