TKB90: 87.75%

3 Cara Mudah Menghitung dan Mempersiapkan Dana Darurat

March 16th, 2021

Bagaimana cara menghitung dana darurat? Tapi sebelum itu, udah paham belum sama istilah dana darurat? Sebagian dari kamu yang masih muda mungkin berpikir, ah gak perlu mikir dana darurat sekarang ‘kan masih belum berkeluarga.

Eits, ini pola pikir yang salah loh. Soalnya, dana darurat ini lebih baik dimulai dari sejak kamu masih muda. Sebenarnya apa itu dana darurat? Bagaimana cara menghitung dana darurat? Apa manfaat dana darurat? Artikel ini akan menjawab semua pertanyaan kamu.

Apa itu Dana Darurat?

Dana darurat adalah dana cadangan yang berguna sebagai antisipasi untuk pengeluaran yang dadakan atau gak terduga.

Kamu pasti sadar kalau hidup ini penuh dengan risiko. Semua pilihan yang kamu ambil akan ada risikonya. Nah, faktor risiko ini yang membuat kamu wajib memiliki dana darurat. 

Baca juga: 7 Cara Mengelola Keuangan di Usia 20an

Risiko terberat yang bisa menimpa kamu yang berprofesi pekerja kantor adalah tiba-tiba di-PHK. Apalagi kalau kondisinya kamu cuma punya satu penghasilan.

Dalam kondisi ini, cashflow keuangan kamu akan goyah. Untuk mencukupi kebutuhan bulanan, kamu terpaksa cari pinjaman ke sana ke mari. Belum lagi kalau kamu punya banyak cicilan yang harus dibayar tiap bulan. Nah, hal ini gak akan terjadi kalau kamu udah menyiapkan dana darurat. 

Contoh risiko lain adalah ketika kamu mendadak sakit berat. Kondisi sakit ini mengharuskan kamu dirawat di rumah sakit hingga mengeluarkan uang yang cukup besar.

Ketika BPJS maupun asuransi kamu gak bisa meng-cover seluruh biaya rumah sakit, dari mana kamu bisa membayar semuanya? Lagi-lagi, kalau kamu gak punya dana darurat, ujung-ujungnya kamu terpaksa cari pinjaman dana. 

Sekarang kamu tahu beberapa risiko yang menyebabkan perlunya menyiapkan dana darurat. Pertanyaan berikutnya bagaimana cara menghitung dana darurat? Apakah sudah terlambat menyiapkan dana darurat jika kamu sudah berkeluarga? 

Baca juga: 4 Cara Menghitung Keuangan Pribadi untuk Remaja

Cara menghitung dana darurat

Cara menghitung dana darurat sebenarnya cukup mudah. Idealnya adalah kamu bisa menyisihkan minimal 20 persen dari pendapatan per bulan.

Jadi, misalnya gaji kamu sebulan Rp 10 juta, kamu harus menyimpan Rp 2 juta untuk dana darurat. Apakah boleh lebih dari itu? Wah, tentu boleh dong. Semakin besar jumlah dana darurat yang disisihkan, semakin aman kondisi finansial kamu di masa depan. 

Selain itu, ada juga cara lain menghitung dana darurat. Caranya melalui nominal total dana yang harus dimiliki sesuai tanggungan.

Tanggungan di sini maksudnya yaitu tergantung berapa orang yang menjadi tanggungan kamu, misalnya anak atau pasangan. Besaran nominal total dan cara menghitung dana darurat untuk masing-masing jenjang adalah sebagai berikut: 

Perhitungan Dana Darurat berdasarkan status

perhitungan dana daruat berkeluarga

  • Berstatus lajang (belum menikah)

Jika kamu masih berstatus lajang alias gak punya tanggungan, setidaknya kamu harus punya dana darurat sebesar 6 kali dari jumlah pengeluaran bulanan.

Sebagai ilustrasi, jika pengeluaran bulanan kamu Rp 3 juta, maka dana darurat buat kamu yang masih lajang adalah Rp 12 juta. 

  • Berstatus menikah (belum punya anak)

Jika kamu berstatus sudah menikah, tapi belum punya anak beda lagi cara menghitung dana darurat nya. Dalam kondisi ini, kamu sebenarnya sudah punya satu tanggungan yaitu pasangan hidup kamu.

Oleh sebab itu, kamu perlu menyiapkan dana darurat sebesar 9 kali dari jumlah pengeluaran bulanan rumah tangga. Contohnya, kalau pengeluaran bulanan rumah tangga kamu Rp 5 juta, berarti jumlah dana daruratnya harus Rp 45 juta.

  • Berstatus menikah (sudah punya anak)

Jika kamu berstatus sudah menikah dan punya anak, dana darurat yang perlu kamu siapkan setidaknya 12 kali jumlah pengeluaran bulanan rumah tangga.

Contohnya, kamu pengeluaran bulanan kamu Rp 7 juta per bulan, maka dana darurat yang harus disiapkan minimal Rp 84 juta. Tapi yang perlu kamu ingat, jumlah dana darurat kamu harus lebih besar jika jumlah anak kamu juga lebih dari satu.

Duit dana darurat disimpan di mana? 

cara menghitung dana darurat

Pertanyaan berikutnya yang muncul yaitu di mana instrument terbaik menyimpan dana darurat? Ada beberapa instrument yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan.

  • Reksadana pasar uang

Pertama yaitu di reksa dana pasar uang. Prinsip jangan menyimpan semua dana kamu di satu instrument perlu kamu pegang teguh. Misalnya, kalau sudah menyimpan dana darurat ke beberapa rekening bank, kamu bisa menginvestasikannya di reksa dana pasar uang. 

Ada beberapa keunggulan dari reksa dana pasar uang. Sebut saja mulai dari kemudahan investasi mulai dari Rp 100.000, pencairan dana cukup cepat yaitu maksimal 3 hari sejak pengajuan, bisa dapat return lebih besar dari deposito, dan relative aman karena risikonya rendah. 

  • Deposito

Kedua yaitu di deposito. Deposito adalah sebuah program menabung dari bank yang memberikan return lebih besar dibandingkan menabung di rekening. Tapi kamu perlu menyetor sejumlah uang tertentu dengan jangka waktu yang ditentukan juga.

Dalam deposito biasanya ada jumlah minimal yang harus disetor, misalnya Rp 10 juta dan harus disimpan sekitar 3 bulan, 6 bulan, hingga 1 tahun. Namun, kekurangan instrument ini adalah bunganya rendah bisa terkena risiko inflasi. 

  • Emas

Ketiga yaitu di emas. Emas adalah instrument investasi paling aman untuk menyimpan dana darurat. Selain itu, emas juga returnya cukup menjanjikan.

Apalagi sekarang tersedia emas dalam bentuk digital. Namun, di balik keuntungan emas, ada biaya-biaya lain yang perlu kamu tahu. Misalnya, biaya cetak emas, biaya administrasi, serta biaya sertifikat (untuk emas digital).

  • Rekening bank

Keempat yaitu di rekening bank. Salah satu keuntungan menyimpan dana darurat di rekening bank yaitu dananya bisa diambil kapan saja. Hal ini akan memudahkan kamu yang dalam kondisi mendesak butuh dana darurat tinggal ambil ke ATM terdekat. 

Selain mudah dicairkan, menyimpan dana darurat di rekening bank juga menjadi instrument paling aman dan cepat diakses. Namun, kekurangannya yaitu karena mudah diambil, mudah juga tergoda untuk mengambilnya.

Jangan sampai kamu pakai dana darurat karena tergiur promo diskon belanja produk incaran kamu ya. Eh tapi kalau barang incaran kamu itu memang lagi didiskon gede-gedean, daripada pake dana darurat, kamu pakai aja fasilitas BNPL (Buy Now, Pay Later) dari aplikasi EmpatKali. 

Baca juga: Cicilan EmpatKali Gratis Biaya Admin

EmpatKali itu apa?

EmpatKali adalah aplikasi cicilan tanpa bunga yang mempermudah urusan pembayaran dari setiap pembelanjaan barang favoritmu. Kamu bisa transaksi online di merchant partner EmpatKali sekarang untuk melengkapi koleksi favoritmu.

Baca juga: Cara Belanja dan Bayar pakai EmpatKali

Sistem kerjanya lumayan mirip dengan kartu kredit, hanya saja EmpatKali gak butuh kartu fisik dan tanpa pungutan bunga sama sekali. Kamu juga gak akan dibebani dengan biaya tahunan atau langganan dan sebagainya. Tertarik menggunakan layanan EmpatKali?

Download aplikasi EmpatKali di Play Store atau App Store