TKB90: 98.73%

Apa Itu Omnichannel dan Gimana Strategi Omnichannel yang tepat?

January 27th, 2021

Istilah omnichannel mungkin terdengar asing di telinga konsumen, namun bagi brand dan bisnis, omnichannel adalah metode efektif untuk menjangkau konsumen. Tapi, apa itu sebenarnya omnichannel?

Apa Itu Omnichannel?

Menurut definisi Hubspot, omnichannel adalah “pendekatan multi-kanal untuk aktivitas pemasaran, penjualan, layanan pelanggan yang bertujuan menciptakan kohesifitas bagi pengalaman belanja pelanggan.

Sederhananya, strategi pemasaran secara omnichannel akan membuat pengalaman belanja konsumen menjadi lebih engaging saat berinteraksi dengan brand kita di berbagai kanal penjualan seperti website, mobile, mobile app, telepon, maupun toko fisik.

Dari sudut pandang konsumen, apa itu omnichannel merupakan experience dimana contohnya konsumen pada mulanya menemukan brand kita di sosial media, kemudian diarahkan ke website untuk melanjutkan proses pembelian, lalu setelah aktivitas pembelian usai, mereka akan menerima rangkaian email newsletter terkait promosi, dst.

Strategi omnichannel adalah tentang integrasi secara tepat guna menghasilkan pengalaman belanja konsumen yang berkesan.

Berikut ini adalah tiga hal tentang apa saja yang menjadi faktor pendukung dari keberhasilan strategi omnichannel yang efektif dan tepat sasaran

3 Faktor Dibalik Kesuksesan Strategi Omnichannel

1. Penentuan kanal yang tepat

Omnichannel pada dasarnya adalah strategi multi-kanal, tapi tidak semua strategi multi-kanal bisa disebut omnichannel. Strategi omnichannel, selalu, adalah tentang integrasi. Kamu mesti melakukan sinkronisasi dulu antar kanal-kanal yang sudah ada dengan menentukan daftar kanal apa saja yang akan mau difokuskan.

Jika berbicara tentang online shop, website (e-commerce), sosial media, blog artikel, email newsletter, adalah beberapa kanal utama. Untuk toko fisik, kanalnya lebih fokus pada in-store experience.

Tapi jika ingin menghubungkan online shop dengan offline shop, dalam pengertian apa itu omnichannel, ini sangat memungkinkan. Balik lagi kamu harus menentukan dulu mana saja kanal yang doable untuk integrasi offline-online ini.

2. Sinergi antar internal tim

Strategi omnichannel yang efektif bukan hanya fokus pada lingkup produk atau layanan itu sendiri. Keberhasilan suatu brand dalam mengimplementasikan strategi omnichannel efektif juga didasari oleh faktor sinergi antar internal tim didalamnya.

Masing-masing tim internal seperti tim pemasaran, layanan pelanggan, produk, dan teknologi, semuanya harus “satu kepala” terkait implementasi strategi omnichannel yang lagi atau direncanakan untuk dijalankan.

3. Sokongan infrastruktur back-end yang kuat

Jika terjadi suatu perubahan fitur di suatu kanal, walaupun terkesan kecil dan sepele, maka perubahan tersebut harus sinkron dengan kanal-kanal lainnya, agar tidak mengganggu irama atau tempo.

Contohnya, jika brand kamu menghubungkan kanal website dengan mobile, maka seandainya konsumen melakukan perubahan data diri misalnya di website, datanya secara otomatis harus terupdate  juga di kanal mobile. Dan untuk mewujudkan sinergi omnichannel pada ranah sistem, dibutuhkan sokongan infrastruktur back-end yang cakap.

EmpatKali adalah layanan cicilan online tanpa kartu kredit dan tanpa bunga selamanya.

Pengguna bisa beli produk di ratusan partner merchant kami, dan bayar empat kali, 25% dulu di awal, 75% sisanya dengan skema cicilan per dua minggu atau per bulan.

Penasaran mau cobain aplikasi paylater EmpatKali? Download aplikasinya sekarang di Google Play atau App Store.

Atau mungkin kamu seorang pelaku bisnis dan ingin menambahkan EmpatKali guna meningkatkan penjualan? Kamu bisa kunjungi halaman ini