TKB90: 98.73%

7 Prinisp agar Sukses dalam Bisnis Ritel

October 2nd, 2020

Yang namanya menjalankan bisnis, mau apapun jenisnya baik manufaktur, jasa, atau ritel, dibutuhkan taktik jitu supaya sukses dalam eksekusinya. Empatkali telah merangkum apa saja yang menjadi tujuh poin yang merupakan kunci sukses dalam menjalankan bisnis ritel.
Setiap poin yang disajikan adalah intisari dari artikel-artikel yang telah Empatkali tulis sebelumnya. Dan untuk lanskap pemahaman yang lebih dalam, kami sarankan Anda membaca artikel aslinya dimana kami telah sematkan linknya di tiap pembahasan. Apa saja tujuh hal yang menjadi kunci sukses dalam bisnis ritel?

7 Prinsip agar Sukses dalam Bisnis Ritel

1. Memahami Market

Prinsip pertama agar sukses dalam bisnis ritel yang pertama, adalah, memahami gejolak marketĀ sasaran bisnis Anda. Pemahamannya pun sebaiknya tidak terbatas pada satu area saja. Banyak peritel awam sekedar puas dengan pemahamanĀ  dasar tentang “persona” ideal konsumennya.
Contohnya peritel yang menjual pakaian muslim wanita merasa sudah paham market hanya dengan bekal pemahaman bahwa target konsumennya, adalah wanita muslim, usianya sekian, hobinya sekian, dan semacamnya. Padahal di atas level persona ada yang lebih penting untuk dilihat seperti kelompok usia (gen y, milenial, zoomer).
Kemudian dari kelompok usia tersebut bisa digali lagi dari sisi penguasaan teknologinya, pola perilaku, dan emosional. Dengan memahami ini Anda akan mampu melihat dan pergerakan market kedepannya, antisipasi seperti ini akan sangat membantu bagi kesuksesan bisnis ritel Anda.

2. Leadership

Keberadaan orang-orang tepat yang menahkodai operasional bisnis adalah salah satu kunci sukses bisnis ritel. Standar kepemimpinan yang efektif bagi setiap bisnis terjadi jika setiap pemimpin mampu menjalankan perannya secara tepat.
CEO berpikir jauh kedepan, melihat peluang bisnis serta gejolak pasar. Manajer mengurusi internal, menciptakan operasional kerja yang efektif agar KPI tercapai. Di artikel ini kami telah membahas sifat-sifat apa saja yang umumnya dimiliki pengusaha sukses. Dan di artikel yang ini, telah kami bahas skill apa saja yang sebaiknya manajer toko miliki supaya penjualan di toko meningkat.

3. Cross-channel

Kabar baik bagi pebisnis ritel maupun bisnis jenis lainnya adalah penetrasi teknologi digital yang membuat segalanya mungkin terjadi.
Menyikapi fakta bahwa generasi Z (yang lahir di tahun 2000an) yang pada prediksi sebelumnya mengasumsikan bahwa generasi ini bakal full main digital, tapi hasilnya ternyata selera mereka tetap tradisional seperti para pendahulunya.
Maka niatan bagi peritel untuk sepenuhnya mengandalkan e-commerce harus dipertimbangkan kembali. Kolaborasi antara toko offline dengan dukungan teknologi digital di dalamnya adalah ide cemerlang.

4. Memahami psikologi dibalik keputusan belanja konsumen

Jika semua karyawan di suatu bisnis B2C (Business to Consumer) memahami apa saja pemicu psikologis dibalik keputusan belanja konsumen, dan menerapkan ilmu tersebut dalam eksekusi pekerjaan hariannya, maka growth bisnis akan meroket.
Banyak kasus dimana bisnis nyaris tumbang karena mengabaikan faktor psikologis konsumennya. Contohnya peluncuran konsol game ps3 dan xbox one yang petaka karena saat itu pengembang dua mesin tersebut, Sony (2006) dan Microsoft (2013) lebih memilih memuaskan egonya dibandingkan mengalah dan menciptakan produk yang konsumen inginkan.

5. Konten marketing yang efektif

Setelah siapa konsumen ideal bagi bisnis Anda teridentifikasi, sekarang bagaimana caranya menyampaikan pesan yang tepat supaya mereka jadi tergerak dan melakukan pembelian.
Konten marketing yang efektif harus menjadi prisip agar sukses bagi bisnis ritel mengingat konversi penjualan sering terjadi setelah target market memahami product knowledge bisnis Anda dari sosial media, email marketing, atau paid advertising.
Tingkat konversi bahkan bisa menanjak jika konten didukung oleh copywriting dan desain yang ciamik. Di artikel ini telah kami bahas apa saja tips di balik email marketing yang menarik.

6. Adaptif terhadap tren

Peritel sebaiknya bersikap terbuka terhadap dinamika tren yang sedang booming. Contohnya tren jaga jarak akibat pandemi covid-19 yang hingga kini masih berkecamuk.
Tren menyebabkan pergeseran perilaku konsumen, dan dari pengalaman yang sudah-sudah, bisnis yang bersikap apatis dan tidak adaptif untuk ambil peran dalam tren seperti sedang menggali kuburnya sendiri.
Balik lagi ke situasi pandemi saat ini, peritel mungkin bisa coba memberi bonus berupa masker atau hand sanitizer atas pembelian yang dilakukan konsumen. Atau bisa juga bikin campaign edukasi terkait pencegahan covid-19.

7. Metode pembayaran solutif

Pada akhirnya calon konsumen hanya baru akan menjadi konsumen setelah mereka beli produk yang bisnis kita jual. Dalam tahapan ini, peran metode pembayaran sangat penting.
Pelanggan menginginkan metode baru pembayaran yang sesungguhnya solutif, mudah, aman, dan nyaman. Metode pembayaran yang solutif, oleh karenanya, adalah kunci sukses bagi bisnis ritel karena dengan ini kita merangkul konsumen manapun tanpa mempertimbangkan status ekonominya.
Empatkali tentu saja adalah metode pembayaran solutif yang sedang kita bicarakan. Dengan memberi pelanggan Anda kemudahan berupa cicilan bunga 0% selamanya, potensi untuk sales activation yang banyak sangat terbuka!
Anda bisa klik disini untuk mempelajari Empatkali lebih lanjut dan jangan segan untuk mengajukan kerjasama jika Anda ingin menambahkan Empatkali sebagai metode pembayaran.