TKB90: 98.73%

5 Cara Meningkatkan Skor Kredit Terampuh

September 23rd, 2020

Semakin tinggi skor kredit, semakin mulus jalanmu untuk cepat di-approve oleh perusahaan yang menyediakan layanan pinjaman atau kredit. Di artikel ini kita akan bahas lima aspek yang berdampak besar dalam mempengaruhi skor kredit kamu. Dan dengan memahami kelima aspek ini serta mengikuti saran yang dianjurkan, ini akan sangat membantu kamu untuk meningkatkan skor kredit.

5 Cara Meningkatkan Skor Kredit Terampuh

1. Bayar cicilan tepat waktu

Lembaga pengawasan keuangan resmi seperti OJK (Otoritas Jasa Keuangan), punya data lengkap riwayat kredit setiap orang Indonesia yang pernah mengajukan kredit, bahkan jika hanya sekali seumur hidup. Data tersebut dicatat dalam sistem dan setiap lembaga atau perusahaan penyedia layanan kredit berlisensi OJK, bisa mengakses data itu sebagai pedomaan apakah seseorang layak diberikan pinjaman atau tidak.
Jika ditanya apa sih faktor penentu kenapa skor kredit seseorang bisa anjlok, itu dilihat dari apakah selama ini orang itu suka telat bayar cicilannya atau tidak. Telat menandakan yang bersangkutan ogah-ogahan dan tidak bertanggung jawab. Sebab itu atas dasar inilah skor kredit seseorang jadi turun. Jadi untuk meningkatkan skor kredit, lakukan yang sebaliknya. Tepat waktu dan lebih baik lagi jika melunasi cicilan sebelum tanggal jatuh tempo.

2. Pertahankan nominal pinjaman agar tetap rendah

Jika kamu dikasih limit besar, misalnya tiga puluh juta, maka nafsu beli ini beli itu seketika akan naik. Seolah-olah duit turun dari langit dan kamu merasa bebas menggunakannya untuk apapun itu. Ini sebenarnya perangkap karena jika kamu gagal menahan godaan semacam itu, nominal total uang pinjaman-mu jadi membengkak.
Kecemasannya nanti saat tagihan di akhir bulan nanti datang. Apakah kondisi finansialmu sanggup melunasinya atau keteteran. Sistem penilaian skor kredit akan melihat ini sebagai “kesembronoan” dan oleh karenanya, skor kredit kamu akan turun.

3. Hindari mengajukan kredit baru terlalu banyak di waktu bersamaan

Kemudahaan akses teknologi internet dewasa ini berimbas pada membludaknya aplikasi-aplikasi pinjaman online dan semacamnya yang bisa kita unduh. Kemudahan teknologi juga membuat makin mudahnya aplikasi-aplikasi itu mendapat restu dari OJK untuk menjalankan bisnis credit-to-consumer-nya.
Banyak orang, jadi tergoda untuk apply sana sini karena mungkin pada awalnya mereka hanya kepo. Lagi-lagi sistem penilaian skor kredit akan menilai tindakan pengajuan kredit baru di banyak penyedia layanan kredit secara berbarengan ini sebagai kesembronoan karena ini melambangkan bahwa peminjam dirundung ketidakpastian tentang apa sebenarnya yang jadi tujuannya cicil banyak-banyak.

4. Tahan kartu kredit agar tidak liar

Sudah banyak orang yang terbuka matanya akan keganasan kartu kredit. Pernah gak sih kamu penasaran kenapa kartu kredit dibuat seringkas mungkin, bisa dibawa kemana-mana, dan cara pakainya instan, tinggal gesek kelar? Jawabannya, supaya bikin orang ketagihan.
Orang suka lupa bahwa kemudahan pembayaran dengan kartu kredit yang ibarat membalikan telapak tangan ini berarti melahirkan utang yang mesti dibayar. Semakin banyak utang, semakin mempengaruhi skor kredit kamu. Semakin sulit jadinya upaya kamu untuk meningkatkan skor kredit.

5. Jangan lebih dari 30%

Kami sudah pernah bahas tentang poin ini di artikel tips mengelola uang saat lagi ada cicilan. Pada dasarnya aturan ini berkaitan dengan budgeting juga, dimana sebaiknya kamu mengalokasikan maksimal 30% dari total penghasilan bulanan khusus untuk pelunasan cicilan.
Ingat, basis data skor kredit yang dimiliki OJK tidak hanya berisi informasi riwayat kredit seperti tepat waktu bayar cicilan, jumlah pinjaman,  dan semacamnya. Informasi tentang seberapa besar pendapatan bulanan atau tahunan-mu juga terdata. Skor kredit yang tergolong “kredit lancar” pada umumnya adalah milik mereka yang nominal cicilan bulanannya maksimal sebesar 30% dari penghasilan utama.

Meningkatkan skor kredit tidak ada jalan instannya. Perlu konsistensi dalam menerapkan poin-poin di atas serta kedisiplinan tinggi. Hasilnya mungkin baru akan terlihat setelah jangka waktu tertentu, yang tidak sebentar.