TKB90: 98.73%

Peritel Tak Perlu Khawatir Soal PSBB Jilid 2

Pay It In 4,
September 17th, 2020

Gubernur Anies Baswedan kemarin mengumumkan untuk menutup kembali Jakarta sebagai respon atas begitu derasnya kasus menular Covid-19 harian di ibukota. PSBB jilid dua pun diresmikan, skenarionya sama seperti PSBB tahap pertama yang bergulir Maret hingga Juni lalu.
Melihat dari sisi ekonomi-bisnis yang sudah mulai bangkit lagi sejak pelonggaran di bulan Juni kemarin, pengumuman PSBB total jilid dua ini lantas menimbulkan resisten baik dari pelaku bisnis dan masyarakat.
Bagi pelaku bisnis, keputusan ini bisa mengancam operasional dan cash flow bisnisnya. Bagi masyarakat biasa, kepastian pekerjaan menjadi terancam dan oleh sebabnya, daya beli menurun.
Bagaimana peritel sebaiknya menyikapi PSBB kedua ini supaya tetap cuan. Kita bahas strateginya.

Pertimbangan 1: Transaksi Online Naik Selama PSBB

Berdasarkan data Bank Indonesia, transaksi di e-commerce di kuartal-I 2020 meningkat 26% dari kuartal II-2019. Transaksi harian pun meningkat jadi 4,8 juta transaksi per harinya dibandingkan transaksi harian yang terjadi di kuartal-II 2019.
Dari data pola pergeseran perilaku belanja tersebut, para peritel semestinya paham bahwa strategi pemasaran dan penjualan secara online harus menjadi titik berat.
Dengan pengumuman PSBB jilid 2 kemarin, tren transaksi secara online akan kembali menggeliat, ditambah faktor “pengguna baru” yang sebelum pandemi tidak minat melakukan belanja online, namun karena situasi memaksa ia mencoba dan akhirnya ketagihan.

Pertimbangan 2: Daya Beli Menurun

Pihak lainnya yang was-was dengan pengumuman PSBB kemarin adalah mereka para pekerja urban. Belajar dari tragedi kemarin dimana banyak bisnis luluh lantak akibat kebijakan PSBB besar di hampir seluruh wilayah Indonesia, karyawan pun kena pahitnya (PHK).
Di situasi PSBB jilid dua ini, konsumer akan pasang ancang-ancang untuk spending less setidaknya hingga kelonggaran kembali diumumkan. Penting bagi peritel, atau pelaku bisnis secara umum, melihat tren ini. Jika Anda menutup sebelah mata hanya fokus pada pertimbangan satu (transaksi online melambung), Anda tidak akan memaksimalkan potensi yang ada.
Konsumen ingin belanja, tapi mereka tak ingin keluar uang sekaligus banyak. Ini celah yang mesti Anda perhatikan

Solusi: Berikan Mereka Layanan Cicilan Tanpa Bunga

Solusi apa yang paling masuk akal mengatasi ketimpangan antara nafsu belanja online yang tinggi, tapi tidak ingin spend too much at the same time karena masa depan masih ambigu? Jawabannya sudah jelas yaitu dengan memberikan kemudahan pada sisi pembayaran kepada konsumen Anda.
Bila konsumen Anda beri kesempatan untuk beli barang yang mereka minati, dan membayarnya dengan split-payment sebanyak EmpatKali yang dibayar setiap bulan, tanpa bunga, maka Anda memberi harapan ke konsumen bahwa belanja di kondisi PSBB sekarang ini, tetap memungkinkan, dan fun.
Baca juga: Keuntungan Jika e-Commerce Tambahkan Opsi Pembayaran Cicilan Tanpa Kartu Kredit
Selain itu juga Anda sebagai peritel akan membantu menggerakan aktivitas ekonomi nasional yang desas-desusnya belakangan ini terancam resesi.