TKB90: 98.73%

Investasi Sejak Muda, Masa Tua Terjamin

July 24th, 2020

Investasi… mendengar kata yang satu ini, lebih banyak orang akan meresponnya dengan menaikkan kedua alisĀ  isyarat bahwa mereka kurang begitu tertarik.

Terlebih mereka-mereka yang tergolong generasi Z (Zoomer) yang belakangan generasi pertamanya (kelahiran 1995-an) masuk ke dunia kerja. Mereka akan jawab “saya masih muda”, baru merasakan yang namanya terima uang hasil kerja sendiri. Ini waktu yang tepat untuk “balas dendam” beli ini beli itu nongkrong sana nongkrong situ.

Tidak masalah memanjakan diri dengan uang hasil keringat sendiri, tapi pemahaman tentang pentingnya investasi sebaiknya mulai disadari sejak dini.

Semakin awal kamu paham akan kekuatan besar dibalik investasi, semakin cerah segi finansialmu di masa depan. Di artikel ini, kami mengajakmu memahami sebab-sebab mengapa investasi dari sekarang adalah keputusan terbaik yang bisa kamu pertimbangkan.

Apa Itu Investasi?

Investasi, dalam pengertian analoginya, adalah kegiatan menanam uang agar uang yang ditanam tersebut, tumbuh dengan sendirinya dan menghasilkan uang juga. Ini sama saja dengan menyuruh uang kita kerja cari uang lainnya.

Berinvestasi bisa kamu lakukan dengan membeli instrumen-instrumennya seperti saham, reksadana, tanah, emas, atau deposito.
Pada awalnya kamu mesti mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli salah satu dari instrumen tersebut. Setelah uangmu sudah ditukar dengan instrumen aset yang kamu beli, selanjutnya kamu hanya memantau saja fluktuasi nilai uangmu yang sudah berubah wujud tersebut.

Disinilah letak manfaat positif investasi yang semua orang cari, yaitu ketika nilai instrumen yang mereka beli naik, otomatis berarti uangnnya nambah juga.
Baca juga: Nunggak Utang Bisa Bikin Kredit Macet. Ini Solusinya

Investasi > Nabung di Bank

Kalau konsep “investasi” dirasa terlalu ribet untuk dipahami, kamu bisa ibaratkan investasi seperti halnya menabung. Sembilan puluh persen orang kalau ditanya bagaimana mereka menabung menjawab nabung itu ya di bank.

Sekarang begini, setiap bank membebankan biaya admin setiap bulannya. Jadi kalau menabung Rp1.000.000 per bulan, setelah tiga bulan bukannya pleng Rp3.000.000 yang kamu peroleh, tapi Rp3.000.000 – 3%.

Sekarang bandingkan jika menabung dengan metode investasi. Setiap bulannya instrumen investasi yang kamu beli, contohnya saham, stabil naik 2% per bulannya.

Bulan pertama kamu beli Rp1.000.000, di akhir bulan nilainya Rp1.020.000. Setelah tiga bulan: Rp3.060.000 Kalau nabung di bank rugi Rp30.000, nabung dengan investasi justru untung Rp60.000

Investasi di Usia 20-an dan 30-an

Terdapat perbedaan yang signifikan dalam hal nilai uang yang terkumpul pada titik waktu tertentu jika memulai investasi di usia 20-an dan 30-an. Untuk kasus ini kita pakai deposito.

Kita bandingkan si A yang mulai mendeposit uangnya di usia 25 dan si B di usia 35. Jumlahnya tak perlu banyak-banyak, Rp5.000.000 saja.
Dan titik waktu untuk mengukur seberapa besar uang deposit mereka tersebut telah tumbuh, adalah saat keduanya berusia 50 tahun. Bunga tahunan yang mereka peroleh tiap tahunnya sama, 5.5%. Jadi:

  • Si A (mulai usia 25) : Rp5.000.000 + (Rp302.500 x 25) = Rp12.562.500
  • Si B (mulai usia 35) : Rp5.000.000 + (Rp302.500 x 15) = Rp9.537.500

Modalnya hanya uang 5jt dan waktu, dan uangnya tumbuh sendiri. Keuntungannya bahkan akan lebih besar lagi jika depositonya menerapkan kebijakan compound interest (bunga berbunga).

Gak Harus Mengorbankan Lifestyle

Mungkin bayanganmu tentang orang yang rajin investasi itu orang yang super pelit yang irit yang rela makan nasi kecap setiap hari supaya uangnya bisa di investasikan.

Kita-kita yang usianya di awal 20-an yang ibaratnya entry-level di dunia kerja tentu wajar merasa enggan untuk berinvestasi karena penghasilan yang masih entry juga. Tapi gak ada yang gak mungkin, ratusan ribu setiap bulannya yang kamu dedikasikan untuk investasi sudah oke banget. Pelan-pelan saja, sedikit-sedikit tapi rutin akan menjadi bukit kelak nanti.

Belanja fashion dan produk lifestyle lainnya tetap bisa jalan, karena ada EmpatKali. Gak perlu beli barang dengan harga penuhnya langsung, pakai EmpatKali bisa cicil dengan membayar 25% dari harga (full) barang tiap bulannya.

Gak perlu khawatir bunga juga karena cicil pakai EmpatKali bunga 0% selamanya. Bayangin, jika setiap bulannya budget belanja fashion kamu Rp500.000, kalau pakai EmpatKali jadi hanya Rp125.000 tanpa mengurangi seberapa banyak item yang kamu beli. Terus sisanya Rp375.000 bisa buat investasi deh.