TKB90: 98.73%

Satu Strategi Jitu Agar Uang Gajian Gak Cepat Habis

May 17th, 2020

Tanggal 25 tiba! Hari paling menyenangkan setiap bulannya karena gajian cair dan siap untuk kamu manfaatkan. Kamu membayangkan hal-hal enak yang akan kamu rasakan dengan uang yang baru saja tiba. Belanja ini, belanja itu, nonton ini, nonton itu… stop! Inilah penyebab uang gajian kamu cepat habis.

Kamu sedang bertarung dengan diri sendiri disini, dengan nafsu yang mencoba mengambil alih kontrol diri. Berjuang untuk menang itu sulit banget tapi worth it dan ini akan menyelamatkan keuangan kamu kedepannya.

Menyerah tentu lebih mudah, tapi ketahuilah jika kamu menyerah dan memilih menuruti godaan nafsu, kedepannya keuanganmu pasti akan babak belur.

Pada artikel kali ini, kita akan bahas satu strategi paling ampuh yang bisa kamu lakukan setelah gajian supaya uangmu itu tidak cepat habis.

Satu strategi ampuh agar uang gajian gak cepat habis

Membuat Spreadsheet

Alasan mengapa uang gajian di pertengahan bulan sudah habis, dan kamu sendiri tak begitu paham kemana saja mereka pergi, yakni adalah karena kamu tidak mencatatnya.

Mencatat aktivitas keuangan mungkin terdengar membosankan dan lebay, tapi bermanfaat banget. Tujuannya adalah memantau setiap aktivitas uang kamu, yang masuk dan keluar, sehingga kamu dapat gambaran tentang cashflow kamu selama ini, apakah positif atau negatif.

Apa saja komponen-komponen yang harus kamu catat dalam lembar spreadsheet tersebut?

1. Tabel Anggaran

Tabel ini berisi daftar seluruh pengeluaran kamu mulai dari biaya makan, beli baju, bayar listrik, bayar internet, bayar netflix.. literally semuanya. Susun pengeluaran yang level yang paling penting ke yang tak begitu penting, kemudian tentukan anggaran untuk tiap pengeluaran.

Anggaran ini adalah proyeksi pengeluaran maksimal kamu selama sebulan kedepan. Jadi dari awal kamu sudah paham berapa sekiranya uang kamu akan habis per kategori pengeluarannya

2. Tabel Pengeluaran

Tabel kedua ini digunakan untuk mencatat segala pengeluaran kamu dalam level harian/mingguan. Artinya data di tabel ini kamu perbarui terus. Bedanya dengan tabel anggaran adalah jika tabel anggaran besaran uangnya sudah ditetapkan, maka tabel yang satu ini menjadi pengukur efektivitas anggaran yang kamu buat.

Misalnya pada awal bulan kamu telah menetapkan bahwa Rp2.000.000 adalah pengeluaran maksimal kamu untuk makan. Tapi ternyata pengeluaran untuk makan yang tercatat pada tabel kedua ini sudah lebih dari Rp2.000.000. Artinya kategori “biaya makan” inilah yang mesti kamu evaluasi. Apakah kamu sering jajan, atau sering beli kopi, apakah solusinya mungkin dengan masa sendiri di rumah, dsb

3. Tabel Antisipasi

Selain kedua tabel utama di atas, kamu juga bisa menambahkan tabel lainnya contohnya tabel antisipasi ini. Dana darurat, dana pensiun, deposito, atau yang lainnya bisa kamu masukkan disini ini karena biasanya kategori-kategori tersebut bersifat jangka panjang dan terpisah dari saldo utama kamu.

Pahami Ini Dulu Sebelum Membuat Spreadsheet

Langkah penerapan spreadsheet di atas adalah langkah teknikal yang tentunya tak akan berjalan baik jika tidak didukung oleh pemahaman konseptual tentang tips pengeluaran yang baik. Berikut tiga pilar penting terhadap pengeluaran yang baik dan berkualitas.

1. Kebutuhan diatas keinginan

Manusia sejatinya hanya butuh hal-hal berikut ini untuk hidup: air, udara, makanan, pakaian, dan rumah. Kalau kamu bisa mengesampingkan nafsu dengan selalu memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan primer terlebih dahulu, kamu berada di jalur yang tepat dan kesuksesan secara finansial berada di genggamanmu

2. Kualitas diatas kuantitas

Sebelum membayar sebuah barang atau layanan, riset dulu secara matang apakah memang layak uang kamu keluar untuknya atau sebenarnya ada alternatif lainnya yang lebih worth it. Jadikan kualitas sebagai pertimbangan utama. Barang atau layanan berkualitas memang lebih mahal di awal, tapi pengalaman tak pernah bohong, yang berkualitas selalu membawa kita pada kepuasan pada akhirnya.

3. Pertimbangkan investasi

Mumpung masih muda kenapa tidak untuk mulai investasi dari sekarang. Kalau masih takut dengan risiko kerugian yang dibawanya, kamu bisa mulai dulu dengan instrumen low-risk seperti deposito berjangka atau reksadana. Sepuluh puluh tahun, kamu akan sangat bersyukur karena pernah melakukan investasi.

4. Bayar pakai EmpatKali

Layanan yang EmpatKali tawarkan berbeda dari kebanyakan layanan pinjaman kredit lainnya di Indonesia. EmpatKali sama sekali tidak membebankan bunga kepada peminjamnya. Kamu beli barang bayar sesuai harga, bisa pilih mau bayar dua minggu sekali, atau bayar per bulan.

Konsep ini secara langsung mendukung pada positifnya performa budgeting setiap pengguna EmpatKali. Anggaran bulanan jadi turun tapi barang yang selama ini kamu impikan bisa kamu manfaatkan sesegera mungkin.

Bayar 25 % diawal, kemudian 75% sisanya dalam jangka 90 hari! Sangat menarik bukan? Penasaran mau coba? Kamu bisa download Aplikasi EmpatKali di Playstore atau Appstore sekarang juga dan nikmati kemudahan finansial yang disediakan!