TKB90: 98.73%

Ramadhan Disaat Pandemi, Bagaimana Peritel Fesyen Menyikapinya?

April 24th, 2020

Ramadhan tahun ini akan berbeda. Ya, seandainya saja pandemi virus Corona Covid-19 ini tak pernah terjadi, bulan ramadhan tahun ini pastinya akan menjadi bulan yang penuh berkah bagi industri ritel fesyen.

Kebijakan PSBB (Pembatasan Berskala Besar) yang tengah berjalan di sebagian besar wilayah Indonesia saat ini berdampak negatif pada minat konsumen terhadap barang-barang non kebutuhan hidup dan kesehatan. Bahkan industri fesyen muslim yang biasanya merupakan ‘anak emas’ setiap bulan ramadan juga terlihat lesu dari sisi penjualan.

Masyarakat paham bahwa ramadhan tahun ini harus dijalani dengan selebrasi seminimal mungkin mengingat ada ancaman virus yang tak kenal waktu dan tempat. Menyerah tentu bukanlah pilihan bagi peritel fesyen menghadapi situasi ini. Seburuk apapun situasinya, selalu ada jalan jika Anda berkomitmen untuk berjuang.

Khusus untuk ramadhan tahun ini, Anda harus memutar otak, menyusun strategi ulang agar bisnis tetap bertahan. Simak beberapa insight yang kami harap dapat membantu bisnis Anda agar tetap eksis dan menghasilkan sales di bulan ramadan yang tak biasa ini.

Fokus sepenuhnya pada dunia maya

Hingga lebaran pada akhir Mei mendatang, masyarakat akan tinggal di rumah dan mengurangi aktivitas luar rumah mereka semaksimal mungkin. Mereka akan menghabiskan BANYAK waktu di dunia maya dan Anda harus memanfaatkan ini.

Jika Anda belum keburu merumahkan para staff di toko-toko fisik akibat minimnya pengunjung, Anda dapat mengubah haluan mereka untuk fokus ‘bergerilya’ di dunia maya. Dibandingkan kegiatan promo pada toko-toko fisik yang lebih memakan biaya, aktivitas yang serupa akan lebih mudah dan murah bila dilakukan secara online.

Milenial mendominasi dunia maya dan target market Anda pastinya mereka-mereka juga kan? Milenial identik dengan kreatif dan unik dan ceria. Evaluasi ulang strategi campaign dan konten pemasaran brand Anda karena inilah yang menjadi blink moment kaum Milenial terhadap keputusan belanja mereka. Tim yang diisi individu-individu kreatif sangat krusial bagi bisnis Anda di momen ini.

SALE

Siapa yang tidak suka dengan kata ini, “SALE”. Semua orang menyukainya, semua orang bagaikan tersihir sehingga timbul hasrat kuat baginya untuk membeli barang dengan label “SALE” tersebut.

Bulan ramadhan lekat dengan beragam diskon dan Anda harus tetap berpegang dengan tradisi ini meski pandemi sedang mengganggu. Bulan ramadhan identik dengan pakaian baru, ada kemungkinan perilaku konsumen akan bergerak ke arah yang positif bagi ritel fesyen di bulan ini mengingat sudah tertanam kuatnya kebiasaan masyarakat untuk beli baju baru untuk lebaran.

Anda harus menyediakan wadah bagi mereka dengan mempermudah hidup konsumen dengan mengadakan promo diskon. Dengan ini kesempatan Anda untuk mendapatkan lebih banyak sales akan lebih terbuka.

Gratis Masker atau Hand Sanitizer

Apa dua benda yang paling banyak dicari orang saat ini? Masker dan Hand Sanitizer. Keduanya memberikan rasa aman dan harapan bagi masyarakat sehingga mereka dapat melalui pandemi virus Corona ini dengan selamat sentosa.

Ini adalah momen yang pas bagi Anda untuk mengimplementasikan promo gratis masker atau hand sanitizer untuk pembelian produk yang brand Anda tawarkan. Jangan lupa juga untuk meyakinkan konsumen bahwa brand Anda menjunjung tinggi higienitas produk yang Anda kirim melalui jasa ekspedisi.

Konsumen saat ini sangat suka jika mereka mendapat jaminan bahwa barang Anda bebas virus, ditambah bila Anda juga menyediakan masker atau hand sanitizer, mereka akan makin trust pada brand Anda, dan trust sangat bagus untuk bisnis.

Buy to Donate

Akibat pandemi, banyak warga yang mau tak mau harus menerima nasib buruk dan hidup sulit akibat pelemahan ekonomi. Sekarang sudah mulai banyak berita tentang orang-orang yang kelaparan, atau kehilangan pekerjaan, dan mereka tak punya pilihan selain mengharapkan bantuan sesama.

Peritel bisa membantu mereka, yakni dengan menjadi perantara antara konsumen dengan mereka-mereka yang membutuhkan. Cobalah untuk membuat program dimana setiap penjualan yang Anda hasilkan, 1/3-nya akan tersalurkan kepada mereka yang membutuhkan.

Konsumen akan semakin terdorong untuk membeli karena mereka berkesempatan untuk membantu sesama. Terlebih di bulan ramadhan bulan penuh berkah dan kebaikan.

Manfaatkan Bazar Online

Bazar identik dengan kegiatan ramai-ramai dimana orang saling sikut memperebutkan barang-barang dengan harga miring. Bulan ramadhan dentik dengan bazar karena kebutuhan masyarakat akan pakaian baru untuk lebaran.

Namun nampaknya untuk ramadhan kali ini berbeda, bazar akan dilakukan secara online! Meski kedengarannya sedikit menyeleweng dari kodratnya, tapi bazar tetap bazar, tetap akan ada pameran berbagai barang yang dijual dengan promo, tetapi kali ini melalui sentuhan jari. Prospek konsumen yang datang jelas ada, bahkan bisa jadi lebih banyak dari bazar offline mengingat orang tak perlu kemana-mana, cukup duduk diam dan jari yang bekerja.

 Baca Juga: Cara Bikin Masker Sendiri untuk Cegah Corona

Selain empat strategi marketing yang berbasis kuat pada ruang lingkup online di atas, Sebaiknya pada momen #dirumahaja ini Anda juga melihat kedalam. Mengevaluasi bagaiamana proses bisnis Anda berjalan, apakah sudah efektif atau perlu disederhanakan, apakah sudah tepat sasaran pada intinya, dan sebagainya.