TKB90: 98.73%

Cara Memberhentikan Karyawan Tanpa Drama

April 3rd, 2020

Penurunan ekonomi yang baru-baru ini terjadi akibat pandemi Covid-19 menghantam keras banyak sektor bisnis, terutama industri hotel dan pariwisata. Namun bisa dibilang hampir seluruh jenis bisnis kena imbas tragedi ini, apalagi mereka yang tergolong small-scale business.

Pendapatan menurun sehingga arus kas terancam, alhasil pelaku bisnis mau tak mau harus melakukan satu hal yang amat berat untuk dilakukan — pemutusan hubungan kerja (PHK).

PHK normal dalam kegiatan bisnis dan terjadi karena landasan yang beragam. Berhubung saat ini dunia sedang diselimuti Covid-19, maka mayoritas PHK yang terjadi sekarang akibat financial setback yang dialami perusahaan.

Satu-satunya jalan keluar adalah efisiensi operasional dan menjaga arus kas agar positif. Dan karena itulah, opsi merumahkan pegawai adalah solusi paling masuk akal.

Baca Juga: Tips Berpakaian Saat Interview Kerja

Kegiatan PHK ini akan sangat menguras emosi, namun jika dilakukan dengan tepat, ini dapat meminimalisirkan drama yang mungkin dapat meledak antara pihak perusahaan dan karyawan. Berikut kami jabarkan beberapa hal yang harus diperhatikan saat merumahkan karyawan.

1. Kaji ulang keputusan Anda

Perusahaan akan melakukan suatu hal yang sangat kritikal dan sebab itu Anda harus paham secara menyeluruh logika dibaliknya.
Jangan langsung buru-buru mengambil keputusan. Pikirkan dulu semuanya. Kaji ulang sebab musabab dari A-Z kenapa pengurangan karyawan ini adalah solusi terbaik. Apakah sebenarnya ada alternatif lainnya sehingga PHK tak perlu dilakukan.

Gali semuanya dan diskusikan dengan petinggi perusahaan lainnya tentang keputusan ini. Jika semua kemungkinan sudah dianalisa dan solusi terbaik memang PHK, maka barulah palu boleh diketuk.

2. Pilih siapa saja yang “tereliminasi”

Akibat economic downturn ini, perusahaan mesti mengubah haluan dari marjin ke mode survive. Artinya akan banyak pekerjaan yang menjadi tak relevan tujuan baru ini. Pekerjaan-pekerjaan ini biasanya di stop sementara (atau bisa jadi selamanya).

Baca Juga: Babak Belur Ritel di Hantam Corona

3. Transparan

Sekarang waktunya pimpinan mengabarkan kabar menggemparkan ini. Berhubung situasi saat ini yang tak memungkinkan untuk berhimpun, maka Google Hangout atau Zoom adalah pilihan terbaik.

CEO perusahaan sendiri yang harus menyampaikan berita duka ini. Pada momen ini juga kemampuan berkomunikasinya akan diuji. Ia membawa sebuah berita yang sangat tidak ingin didengar setiap pekerja dan ia harus menyampaikannya dengan cara sebaik mungkin agar para mereka (harapannya) dapat maklum dengan keputusan ini.

Poinnya disini adalah transparan, yakni menyampaikan semua hal secara transparan tanpa ada satu hal pun yang disembunyikan. Bila perlu, perlihatkan juga data-data yang berkaitan performa keuangan atau yang lainnya.

4. Empati

Pada momen yang krusial ini, CEO tidak k boleh kabur. Seorang pemimpin harus berani pasang muka dan bicara face to face ke setiap individu yang diberhentikan. Mereka kecewa, bingung, dan marah dan sangat masuk akal untuk tak bersikap defensif.

Baca Juga: Teknologi: Pemain Utama pada Tren Bisnis Ritel di 2020

Jelaskan ulang kepada mereka satu persatu tentang alasan dibalik keputusan ini. Berikan mereka dukungan emosional. Apresiasi kerja keras yang mereka persembahkan selama ini. Katakan “kami memahami perasaan anda dan berat melakukan ini, tapi ini satu-satunya jalan keluar…”

5. Support

Mengingat PHK ini terjadi atas inisiasi perusahaan, maka perusahaan wajib memberikan dana kerugian kepada karyawan-karyawan yang tidak berutung. Di Indonesia, rujukan terkait besaran uang pesangon, uang penggantian hak, dan uang penghargaan masa kerja bisa dilihat di UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Tapi jangan berhenti sampai disini, tawari juga surat rekomendasi atau kesediaan untuk jadi referensi untuk membantu mereka menemukan pekerjaan baru. Atau, jika perusahaan Anda berafilasi atau “satu keluarga” dengan perusahaan lain, lobby mereka supaya mereka dapat memperkerjakan karyawan-karyawan Anda yang ter-PHK.