TKB90: 98.73%

Produksi Mandek Akibat Corona? Ini Solusi dari Bos Sagara

March 26th, 2020

Pandemi virus Corona COVID-19 berdampak hebat pada aktivitas produksi yang dilakukan peritel segala level. Mulai dari UMKM hingga pabrik besar semuanya harus beradaptasi lagi, dan ini cukup menyiksa.

Peritel menghadapi dilema, di satu sisi produksi dan ekonomi harus tetap jalan, tapi di sisi lain kesehatan dan nyawa jadi pertaruhan.
Sebagai pelaku bisnis, Bagus Satrio (pendiri Sagara) harus putar otak menyikapi ini. Melalui postingan IG-nya, Ia bercerita tentang bagaimana Sagara tetap melakukan aktivitas produksinya di tengah pandemi Corona ini.

Apa saja poin-poinnya? Berikut kami rangkumkan.

Baca juga: Biar Makin Keren dengan Topi Baseball, Baca Ini Dulu

1. Kategorikan tempat tinggal pengrajin/pekerja

Menurut Bagus, ada tiga kategori tempat tinggal pengrajin:

  • Tinggal di dekat workshop: Jika rumah pengrajin berjarak dekat dengan workshop (radius 500 meter), maka pengrajin tetap bekerja normal dan pulang ke rumah.
  • Tinggal di dalam kota: Jika jarak rumah pengrajin jauh, maka pengrajin kerja dari rumah. Mesin kerja (yang dapat dipindah) pindah sementara ke rumah pengrajin.
  • Tinggal di luar kota: Jika pengrajin berasal dari luar daerah, maka pengrajin akan bekerja dan tinggal di workshop (isolated)

2. Klasifikasikan jenis pekerjaan dan alur produksi dari awal-akhir

Bagi pekerjaan berdasarkan mesin yang digunakan. Jika mesin yang digunakan berukuran sedang-besar, maka pekerjaan tetap dilakukan di workshop.

Jika mesin berukuran relatif kecil, maka mesin dibawa pulang dan pengrajin bekerja dari rumah. Kemudian tentukan tahapan produksinya.

Di Sagara sendiri ada tiga jenis pekerjaan yang dikerjakan di workshop dan tiga lainnya yang dikerjakan dari rumah. tahapan produksinya begini:

Workshop > Rumah > Rumah > Rumah > Workshop > Workshop

Akibat sebagian pekerja yang lokasinya tersebar, Inilah solusi terjitu untuk menghubungkan mereka.

3. Delivery Man

Delivery Man atau kurir ini adalah orang yang mengantar barang setengah jadi dari satu rumah ke rumah lainnya untuk proses lanjutan.
Kurir harus seseorang yang fit dan punya imunitas bagus karena ia bermobilitas tinggi. Kurir dibekali juga dengan disinfektan, paket data internet, dan insentif lainnya guna menunjang pekerjaannya.

Baca juga: 5 Skill Wajib yang Harus Dimiliki Store Manager

Pros & Cons

Menurut Bagus, metode punya kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:

  • Pros: Produksi tetap jalan dan ekonomi tetap bergulir. Risiko kesehatan ditekan
  • ConsProduction flow tak efisien. Controlling terbatas.


Credit @bagussatriow