TKB90: 98.73%

Teknologi: Pemain Utama pada Tren Bisnis Ritel di 2020

March 17th, 2020

Disrupsi masif di bidang teknologi berdampak besar pada bisnis ritel, terumata pada toko konvensional.

Berbagai laporan dari tahun 2019 mengatakan banyak pusat perbelanjaan di berbagai belahan dunia perlahan mulai ditinggali pengunjungnya. Imbasnya adalah penurunan omset di toko-toko yang berdagang di area pusat perbelanjaan.

Perubahan perilaku konsumen ini adalah fenomena yang wajar. Teknologi menawarkan kemudahan dan kecepatan, jadi kenapa tidak? Nah, disinilah kuncinya.

Anda sebagai pebisnis harus jeli melihat tren perilaku konsumen yang disebabkan oleh faktor tertentu yang mempengaruhinya. Kali ini faktor yang mempengaruhinya adalah teknologi informasi.

Berbagai analisa memprediksi setidaknya hingga tahun 2030-an teknologi informasi ini akan tetap memainkan peran utama dalam bisnis ritel jenis apapun.

Belum lagi penetrasi teknologi robot atau artificial intelligence yang dewasa ini sudah mulai menunjukan taringnya.
Penting sekali rasanya jika Anda dapat memprediksi tren bisnis ritel setahun kedepan di era yang serba teknologi ini.

Berikut beberapa insights yang perlu Anda ketahui terkait tren bisnis ritel di tahun 2020:

Baca juga: Minimalisme pada Ritel: Perlukah?
ecommerce

1. Tidak cukup satu jenis toko saja

Bukan berarti pada tahun 2020 toko fisik akan dinyatakan punah karena dikalahkan oleh e-commerce. Toko fisik akan selalu ada.
Memangnya apalagi yang bisa menstimulasi kelima indra seseorang selain saat ia sedang berada di toko? Calon pembeli bisa menyentuh, merasa, menilai suatu produk secara langsung sebelum ia memutuskan untuk membelinya.

Garis bawahnya adalah pengalaman, dimana toko fisik menawarkan pengalaman secara aktual sementara toko online menawarkan pengalaman secara virtual.

Buktinya, perusahaan raksasa seperti Alibaba dan Amazon yang keduanya memulai perjalannya sebagai online marketplace, belakangan ini sedang gencar-gencarnya mempromosikan toko fisiknya masing-masing.

Mereka sadar dengan kelebihan toko fisik yang tidak dimiliki toko online sehingga mereka harus memiliki keduanya.

Tahun 2020 adalah tahun dimana setiap pengusaha ritel akan punya baik toko online maupun e-commerce untuk menunjang operasional bisnisnya. Tetapi tidak sekedar punya kedua jenis toko tersebut saja, lebih lengkapnya akan kita bahas di poin kedua.

2. Integrasi toko online dan offline

Di tahun 2020, toko online dan toko fisik akan terkoneksi dan saling mendukung satu sama lain. Walapun tren saat ini lebih condong ke belanja online, namun toko fisik selalu dibutuhkan.

Satu penelitian di Amerika menyebutkan 20% konsumen melakukan penelitian terlebih dahulu terhadap toko online sebelum memutuskan untuk datang ke toko fisiknya.

Ibaratnya, e-commerce bertugas dalam memberikan kesan kepada konsumen tentang apa yang Anda tawarkan. Toko online sebagai branding dan toko fisik menawarkan pengalaman aktual yang memanjankan kelima indra konsumen saat berbelanja.

Selain itu juga, kedepannya banyak fitur-fitur online/internet yang akan dilibatkan pada saat proses belanja konsumen di toko fisik. Sebut saja cashbackdigital payment, dsb

3. Customer Experience adalah segalanya

Sebelumnya kami telah membahas tentang pentingnya customer experience di artikel ini. Tapi kami tidak bosan untuk mengingatkan bahwa topik yang satu ini amatlah penting bagi bisnis Anda.

Kalau dulu mungkin customer experience bisa diabaikan, sekarang harus diperhatikan. Konsumen lain dapat menyimpulkan citra bisnis Anda hanya dengan melihat testimoni (customer experience) konsumen lainnya.

Semuanya karena kemudahan akses informasi yang bisa diperoleh sekarang ini. Jadi kedepannya, konsumen akan cenderung menilai Anda dari pengalaman konsumen lainnya sebelum memutuskan untuk membeli produk Anda.

4. Terobosan baru dalam interaksi pelanggan (customer interaction)

Sosial media sudah menjadi keseharian bagi semua orang dan sosial media ini juga yang akan memainkan perannya pada tren bisnis ritel 2020.

Jika biasnya interaksi antar pelanggan dan perusahaan hanya melalui Customer Service (CS), kedepannya sosial media akan berperan sangat besar.

Contohnya, beberapa marketplace besar seperti Tokopedia, Shopee, atau Bukalapak memanfaatkan facebook livestream atau youtube sebagai medium untuk interaksi pelanggannya.

Kedepannya perusahaan akan berlomba-lomba dalam menyajikan konten yang unik dan kreatif demi memberikan value kepada konsumen.

Baca juga: Tips Keuangan dari Sang Legenda: John Rockefeller

5. Konsumen menginginkan cara baru dalam membayar

Sistem pembayaran juga ambil bagian dalam tren bisnis ritel selama 2020 kedepan.

Sekarang milenial mendominasi usia produktif kerja dan mereka pastinya menginginkan cara yang paling mudah dan murah untuk beli segala keperluannya.

Metode bayar secara mencicil akan tetap populer kedepannya. Dan metode bayar secara mencicil ini akan menjadi favorit bagi para milenial yang baru masuk ke dunia kerja.

Tetapi milenial sebenarnya menyukai sekaligus membenci metode bayar secara mencicil. Bagian apa yang dibencinya? tepat sekali, bunganya.

Sebagai fintech, EMPATKALI berusaha menghadirkan cara membayar yang tujuannya murni membantu pengguna dalam hal alokasi budget mereka.

Dengan EMPATKALI pengguna tidak dikenakan bunga sama sekali, alias cicilan 0%. Konsumen juga akan lebih bijak dalam pengeluaran dan memahami daya beli mereka yang sebenarnya

Tidak hanya konsumen, EMPATKALI juga berusaha membantu para peritel sehingga mereka dapat menjual lebih banyak produk yang mereka tawarkan. Kami lahir dari prinsip membantu. Sama-sama untung dan sama-sama senang