TKB90: 98.73%

Minimalisme pada Ritel: Perlukah?

March 16th, 2020

Gaya hidup minimalis belakangan ini sedang populer. Orang-orang mulai tertarik dengan cara mencari ketenangan ala Zen Buddhism ini yang sudah diajarkan sejak ribuan tahun lamanya.
Bombardir informasi akibat kemajuan teknologi yang semakin menggila adalah penyebabnya.
Informasi secara konstan masuk kedalam otak kita, mengakibatkan reseptor dopamin pada otak kita terus terangsang, sehingga kemampuan kita untuk tetap fokus dalam satu hal semakin berkurang.
Minimalisme adalah upaya untuk mengeliminas berbagai distraksi yang tidak relevan, sehingga seseorang hanya akan fokus terhadap hal yang benar-benar penting baginya.

Baca juga: COVID-19 Jadi Pandemi: Apa yang Harus Dilakukan Peritel?

Jadi Apa Hubungannya dengan Bisnis Retail?
Minimalisme pada ritel
Ini adalah tentang bagaimana Anda bisa memanfaatkan konsep minimalis ini bagi bisnis Anda.
Memang agak terdengar counterintuitive mengingat  jenis produk yang Anda tawarkan beragam, belum lagi merchandise-merchandise yang menyertainya.
Namun ini bukan soal mengurangi kuantitas produk yang bisnis Anda tawarkan sehingga Anda hanya fokus menjual jenis produk tertentu saja. Tentunya ini adalah penerapan yang keliru.
Baca juga: 5 Pemicu Psikologis Dibalik Keputusan Belanja Konsumen
 
Ini Adalah Tentang Sentuhan Estetika yang Bisnis Anda Terapkan
Jika berbicara tentang perusahaan yang sukses menerapkan konsep minimalisme ini, Apple adalah salah satu contoh terbaiknya.
Tidak heran juga karena Steve Jobs (pendirinya) pernah melakukan kunjungan spiritual ke India dimana ia mempelajari praktik “Meditasi Zen”.
Meditasi adalah akar dari minimalismeSeluruh aspek bisnis Apple yang kita lihat sekarang merefleksikan visi Steve Jobs tentang minimalisme. Hasilnya? Sekarang Apple adalah salah satu perusahaan dengan valuasi terbesar sejagat.
Minimalisme pada ritel - Apple Store
Kunjungi Apple Store resmi manapun dan perhatikan bagaimana mereka mendesain tokonya.
Tanpa ornamen sama sekali, warna putih yang mendominasi, dan space kosong yang luas, semuanya dibuat dalam rangka memfokuskan pada produk yang mereka tawarkan.
Kami yakin semua orang menyukai berada di Apple Store, walaupun sekedar melihat-lihat saja.
Bagaimana saya Menerapkan Minimalisme Pada Bisnis Saya?

Hanya satu:
Evaluasi Kembali Tampilan Website dan Toko Fisik Anda
Terutama untuk website, gunakan warna netral yang enak dipandang mata. Hindari membombardir pengunjung dengan ragam produk saat mereka tiba di landing page situs Anda.
Sebagai gantinya, tampilkan satu produk saja yang menjadi brand identity bisnis Anda.
Uniqlo - fan made landing page
Kelola juga iklan-iklan yang memenuhi situs Anda. Terlalu banyak iklan menciptakan kesan murahan terhadap situs Anda, konsumen juga akan jadi mudah terdistraksi sehingga mereka akan gagal melihat lebih dalam produk yang Anda tawarkan.
Pada toko fisik, konsepnya cukup sama dengan website. Gunakan wallpaper dengan warna netral untuk background toko. Kalau bisa cukup satu jenis warna saja.
Kurangi ornamen atau merchandise yang tidak relevan dengan produk. Kurangi lukisan, foto, dan tulisan yang memenuhi dinding.
Tata barang-barang secara teratur berdasarkan kategori, dan buat lebih banyak space kosong sehingga jika toko Anda dilihat dari luar, konsumen dapat melihat seluruh bagiannya.
Sekarang Anda paham bahwa tujuan dari minimalisme pada bisnis retail adalah mengeliminasi segala distraksi sehingga konsumen hanya fokus satu hal –Produk yang Anda jual.

“Apakah ini berpengaruh dalam meningkatkan pada penjualan saya?
Sudah jelas. Anda membuat calon konsumen Anda memahami lebih dalam tentang produk yang Anda jual. Ini akan mempermudah mereka dalam membuat keputusan.