TKB90: 98.73%

COVID-19 Jadi Pandemi: Apa yang Harus Dilakukan Peritel?

March 13th, 2020

WHO menetapkan Virus Corona COVID-19 ini sebagai pandemi karena kecepatan luar biasa yang dimiliki virus ini untuk menyebar ke seluruh dunia.
Per artikel ini ditulis, virus Corona telah menginfeksi 134,922 orang di 127 negara di seluruh dunia. Tiga puluh empat kasus terjadi di Indonesia dengan 1 kematian dan 3 orang dinyatakan sembuh.
Imbasnya, hampir seluruh aspek kehidupan kita terpengaruh. Ekonomi, Bisnis, Pariwisata, Pendidikan, Hiburan, semuanya harus mengatur ulang ebijakannya masing-masing guna meminimalisir penyebaran virus Corona ini.
Virus Corona dan Ritel
Untuk industri retail, dampak yang paling terlihat adalah pengurangan masif jumlah konsumen yang datang ke toko-toko untuk membeli barang. Di Italia, hampir seluruh toko sudah tutup sejak status pandemi yang WHO tetapkan. Di Indonesia sendiri, sekarang mal-mal sudah mulai sepi pengunjung.
Memang kasus COVID-19 di Indonesia tidak separah di Italia, namun bisa saja kedepannya pemberlakuan shut down kepada seluruh toko (khususnya di Jabodetabek) di Indonesia dilakukan mengingat cepatnya virus Corona ini menyebar.
Operasional toko harus tetap jalan dan kami paham itu. Sembari itu, Anda sebaiknya melakukan hal-hal berikut untuk meminimalisir penyebaran virus Corona di toko Anda:
 
1. Ikuti Anjuran WHO tentang Protokol Pencegahan
Pastikan Anda dan para staff toko selalu mengikuti anjuran WHO terkait pencegahan virus Corona seperti:

  • Rajin cuci tangan dengan sabun dan antiseptik
  • Tidak memegang wajah
  • Menjaga jarak dengan penderita ISPA
  • Pakai masker saat batuk atau flu
  • Menutup mulut saat batuk atau bersin

 
2. Buat Kebijakan ‘Merumahkan’ Staff Anda
Beberapa gejala COVID-19 adalah demam, batuk kering, dan sesak napas. Jika salah satu staff toko Anda mengalami satu atau lebih dari gejala yang disebutkan, maka anjurkan dirinya untuk tetap dirumah.
Anjurkan juga untuk memeriksakan dirinya ke dokter untuk mengetahui penyebabnya. Apabila dokter mengatakan bahwa staff Anda negatif COVID-19, maka anda bisa mengijinkannya kembali bekerja.
 
3. Buat Kebijakan Kebersihan Ekstra
Medium penyebaran virus Corona sejauh ini diduga paling banyak melalui sentuhan tangan terhadap objek-objek yang terkontaminasi.
Di toko, pintu dan barang-barang display adalah yang paling rentan terkontaminasi. Puluhan, atau bahkan ratusan orang setiap harinya ganti-gantian menyentuh gagang pintu dan barang display di toko Anda dengan tangan yang bisa saja terdapat virus Corona.
Siasati hal ini dengan mengelap benda-benda yang sering disentuh di toko anda dengan menggunakan cairan sabun atau alkohol sesering mungkin.
 
4. Buat Kebijakan Jaga Jarak Dengan Pengunjung
Sesuai dengan anjuran WHO, imbau staff Anda untuk menjaga jarak setidaknya 1 meter dengan setiap pengunjung yang datang.
Hindari bersentuhan tangan dengan pengunjung kalau tidak dibutuhkan. Tenang saja, pengunjung Anda pasti paham soal ini. Kalau perlu, sediakan cairan disinfektan pada pintu masuk dan pintu keluar toko anda.
 
Khusus untuk bisnis retail, pengunjung boleh saja makin sedikit. Tapi bukan berarti minat belanja mereka juga turun. Masih ada internet. Mereka tetap bisa membeli produk Anda tanpa harus datang ke toko bukan? Jadi untuk keadaan ini, manfaatkanlah secara penuh kekuatan internet.
Kalau ditanya apa sebenarnya yang paling penting yang harus kita lakukan dalam pandemi ini, jawabannya adalah jangan panik. Semuanya akan kembali pulih dan normal.