TKB90: 98.73%

Tips Keuangan dari Sang Legenda: John D. Rockefeller

March 10th, 2020

Pernah dengar nama John D. Rockefeller? Ia adalah salah satu orang terkaya yang pernah hidup di planet ini. Ia adalah orang pertama yang memiliki kekayaan dalam angka 7 digit pada awal abad ke 20.
Rockefeller muda melihat potensi bagus bisnis minyak di Amerika. Atas dasar itu, ia mendirikan Standard Oil Company dimana perusahaannya memonopoli hampir 90% perdagangan minyak di Amerika. Dari sinilah pundi-pundi kekayaannya mengunung.
Meskipun Standard Oil telah berhenti beroperasi sejak tahun 1911, warisannya masih bisa kita lihat sekarang berupa beberapa anak perusahaannya seperti Chevron dan ExxonMobil.
Rockefeller punya bakat alami untuk sukses dalam hal keuangan. Rockefeller adalah guru dalam bagaimana seharusnya kamu melihat uang. Baca lima nasihatnya tentang keuangan dibawah ini dan hidupmu akan berubah.
Baca juga: Apa itu Kekayaan Bersih (Net Worth)? Bagaimana Cara Menghitungnya?
 
1. Catat Semuanya
“Now let me leave this little word of counsel for you. Keep a little ledger, as I did. Write down in it what you receive, and do not be ashamed to write down what you pay away.”

Langkah paling fundamental dalam mengelola keuangan adalah mencatat segalanya, literary segalanya sampai ke hal-hal kecil yang kelihatannya tidak penting.
Rockefeller sejak sebelum jadi seorang tapian minyak yang tajir melintir, selalu mencatat arus keluar masuk uangnya dengan sangat disiplin. Ia melanjutkan:
“See that you pay it away in such a manner that your father or mother may look over your book and see just what you did with your money. It will help you to save money, and that you ought to do.”
Catat uangmu (terutama pengeluaran) seolah-olah orang tuamu akan memeriksanya secara berkala. Orang tua selalu menginginkan yang terbaik bagi anaknya. Mereka akan memberikan nasihat jika kamu melakukan sesuatu tidak wajar. Dengan ini, kamu akan lebih hati-hati dengan pengeluaranmu kedepannya.
 
2. Satu Tujuan Saja

“Singleness of purpose is one of the chief essentials for success in life, no matter what may be one’s aim.”
Apa tujuan besar yang ingin kamu capai dengan uangmu? Beli rumah? Menikah? Liburan keluar negeri? Apapun alasannya tidak penting, yang paling penting kamu mengalokasikan uangmu hanya untuk satu tujuan saja.
Bayangkan kamu berdiri di jalur yang bercabang yang punya destinasi yang beragam. Kamu jadi bimbang mau pilih yang mana bukan?
Bandingkan jika kamu hanya berhadapan dengan satu jalur dengan destinasi yang jelas. Tanpa tengok kiri kanan dan bimbang, kamu melaju lurus tanpa gangguan.
 
3. 1% Lebih Baik dari 100%
“I would rather earn 1% off a 100 people’s efforts than 100% of my own efforts.”
Ini adalah mindset yang dimiliki setiap orang kaya. Kerja cerdas selalu melampaui kerja keras. Dunia bisnis juga mengagungkan usaha minimal untuk hasil maksimal.
Garis besar yang dimaksud Rockefeller disini adalah pandai mengambil celah. Selalu ada cara yang lebih effektif dan effesien dan less effort untuk mendapatkan sesuatu.
Tidak bekerja tapi mendapatkan uang? Ini bukanlah hal yang tidak mungkin. Saham, obligasi, compound interest, semuanya diciptakan untuk itu. Pilihan ada di tanganmu.
 
4. Ingin Kaya Adalah Kesalahan

“If your only goal to become rich, you will never achieve it.”

Semua orang sukses di dunia yang kita kenal uangnya tidak akan habis tujuh turunan itu punya kesamaan, mereka sama sekali tidak berniat menjadi kaya pada awal perjalannya.
Terdengar kontradiktif dengan apa yang mereka punya saat ini, tapi itulah kenyataannya. Mereka mengincar sesuatu yang lebih besar dari sekedar mendapatkan uang.
Bill Gates ingin mengubah dunia melalui teknologi, Steve Jobs punya misi yang sama, Mark Zuckerberg ingin menghubungkan dunia melalui teknologi, Nadiem Makariem ingin menghadirkan solusi transportasi yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia, dan masih banyak lagi.
Ada yang lebih tinggi dari uang dan kamu harus mengetahui hal itu. Rockefeller sendiri berkata:
“I had no ambition to make a fortune. Mere money making has never been my goal. I saw a marvelous future for our country, and I wanted to participate in the work of making our country great. I had an ambition to build.”
 
5. Jangan Sampai Dikendalikan Uang

“Do you know what would hurt grandfather a great deal? To know that any of you boys should become wasteful, extravagant, careless with his money…”
Mumpung masih muda tidak ada salahnya berhura-hura. Ini adalah kesalahan berpikir yang memprihatinkan.
Tidak ada yang namanya “mumpung masih muda”, semuanya harus dimulai sekarang juga. Hidup hemat tidak ada salahnya dan tidak akan mengurangi keseruan cerita masa mudamu sedikitpun.
Hidup hemat artinya kamu mengontrol sesuatu, punya kendali terhadap sesuatu, berdiri diatas sesuatu. Pilih mana, mengontrol atau dikontrol?
 
Btw kalau dipikir-pikir, nasihat pada poin 3 (1% lebih dari 100%) sejalan dengan apa yang EmpatKali tawarkan.
Daripada beli suatu barang dengan harga penuh yang bikin kantong menderita, mendingan dicicil aja ya nggak? Di EmpatKali cicilan bunga 0% selamanya, jadi pintarnya beneran kan? Kalo kena bunga, ya sama saja bohong, malah lebih mahal juga jatuhnya.
Baca juga: #JadiApaYangKamuMau dengan EMPATKALI, Beli Ini Itu Kini Enggak Pakai Ribet

Poin 3 ini juga mendukung poin 1(catat semuanya). Karena dengan cicilan bunga 0% yang dibayar sebanyak 4x, kamu akan jadi lebih pintar dalam hal budgeting uang kamu.
Sekarang kamu punya pandangan baru terhadap uang setelah membaca nasihat-nasihat diatas. Tapi jangan berhenti diisini, terapkan apa yang kamu pelajari ini ke dunia nyata agar ilmu yang kamu dapatkan ini tidak menjadi sia-sia.