TKB90: 98.73%

Jangan Asal Kredit, Ketahui Juga Aturan Ini Sebelum Pinjam Dana ke Fintech

May 27th, 2019

Mengajukan kredit saat ini telah dipermudah dengan berbagai teknologi.
Konsumen tak perlu repot-repot ke bank hanya untuk mencari pinjaman untuk beli barang yang tidak terlalu mahal.
Dengan teknologi keuangan yang biasa disebut dengan fintech peer to peer lending, konsumen bisa mengajukan pinjaman dengan mudah dan cepat.
Namun begitu, Anda pun wajib memilah-milah fintech P2P lending yang aman.
Salah satu caranya adalah dengan mengetahui apakah perusahaan tersebut terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau belum.
Dan salah satu Fintech P2P lending yang terbukti aman dan telah diawasi OJK adalah EMPATKALI.
Setelah berlabel resmi terdaftar di OJK barulah Anda bisa melakukan pinjaman di sana.
Perlu diingat, bukan hanya perusahaannya saja yang harus kredibel.
Anda pun sebagai konsumen diharapkan dapat lebih bijak dalam melakukan pinjaman.
Bijak, aman, dan bertanggungjawab adalah kunci meminjam di perusahaan fintech P2P agar Anda terhindar dari lilitan hutang.
Sebelum meminjam ada baiknya konsumen memahami berapa batasan atau limit pinjaman perhari serta batas biaya atau bunganya.
Untuk limit pinjaman biasanya akan disesuaikan dengan besaran gaji yang Anda miliki sesuai dengan apa yang telah dilaporkan diawal pendaftaran akun.
Selanjutnya untuk aturan yang diberlakukan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) per awal Maret 2019 lalu menjelaskan jika biaya pinjaman atau bunga dikenakan tidak lebih dari 0.8 persen sehari.
Angka tersebut setara dengan bunga flat per hari pada tanggai 9 Mei 2019.
Akan tetapi setiap perusahaan Fintech P2P biasanya memberlakukan aturan yang berbeda-beda dan ada pula yang jauh lebih kecil bunganya.
EMPATKALI misalnya, berani memberikan jaminan bunga 0% bagi konsumen yang hendak berbelanja di merchant partnernya.
Dengan catatan pembayaran cicilan tidak melampaui batas waktu yang telah ditentukan.
Setelah memahami aturan bijak dalam meminjam, Anda pun akan lebih terarah ketika mengajukan pinjaman ke perusahan fintech P2P.
Selanjutnya konsumenlah penentu nasib regulasi keuangannya sendiri.