TKB90: 98.73%

Bisnis Online Naik Daun, Peritel Bisa Lakukan Ini Tuk Amankan Usaha

May 15th, 2019

Bukan hal baru jika Anda melihat banyak gerai ritel yang mulai surut belakangan ini. Tak jarang beberapa di antaranya mulai gulung tikar.
Fenomena tersebut membuka mata kita tentang pergeseran belanja dan perilaku konsumsi masyarakat yang mulai berubah.
Jika dulu orang-orang senang menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk belanja di supermarket. Sekarang, mereka lebih senang menghabiskan waktu di depan ponsel sambil memilah-milah barang yang dia sukai.
Belanja semudah memainkan ponsel, katanya.
Melihat pergeseran tersebut, kini ritel yang ada di Indonesia pun telah mulai menerapkan toko online.
Tentu mereka mulai sadar jika kemungkinan besar ritel meraka mulai ditinggalkan.
Coba saja kita tengok, Giant dan Hypermart  pun kini mulai memiliki aplikasi online yang menyediakan kebutuhan sehari-hari dengan nama Happy Fresh.
Sungguh perkembangan digital yang begitu luar biasa.
 
Dalam salah satu kesempatan, Criteo, platform periklanan internet yang terbuka menyebutkan jika akan ada peningkatan aktivitas pencarian dan pembelian barang ritel online menjelang Ramadan ini.
Tidak cuma-cuma, peningkatannya disebut hingga dua kali lebih banyak ketimbang hari biasa.
Tentu peluang semacam ini bisa dimanfaatkan oleh gerai ritel offline untuk segera mengembangkan aplikasi onlinenya.
Jika tak segera tanggap, bisa jadi gerai-gerai ritel akan benar-benar tersingkir. Sebab, menurut penelitian yang dilakukan Criteo sebagaian besar transaksi saat ini akan dilakukan dengan ponsel alias online.
Mengembangkan aplikasi berbasis ponsel besar kemungkinan melesat tinggi dibandingkan hanya membuatnya dalam versi desktop.
Di Indonesia dan Malaysia, penjualan ritel mobile meningkat 69% dibandingkan hanya mengandalkan fitur online desktop.
Senior Accont Strategist Criteo Asia tenggara, Mc Carl Leonardo menjelaskan jika pemasaran harus tetap fokus pada kampanye pemasaran berbasis perangkat mobile dan dalam aplikasi.
Mengapa? Sebab penggunaan ponsel sebagai alat belanja semakin meningkat selama bulan Ramadan ini.
Kita ambil contoh tahun lalu. Ramadan di tahun 2018 performa penjualan online menguat dua minggu sebelum Ramadan pada Tanggal 15 Mei 2018.
Ada pun barang yang dibeli secara online adalah peralataan rumah tangga, alat kesehatan, mainan, dan produk kecantikan.
Menjelang Hari Raya, aktivitas pembelian mulai menurun kurang lebih satu mingggu sebelum Lebaran.
Bukan tidak ada pembelian online, tapi hanya mengalami peenurunan jumlah saja. Hal ini disebabkan konsumen mulai sibuk mempersiapkan acara lebaran dan mudik.
Untuk itu, Criteo memberi saran pada peritel untuk mulai menggencarkan promo edisi Ramadan, sebelum aktifitas online mulai menurun. Promo akan lebih efektif jika dilakukan secara online seperti yang tengah tren saat ini. Misalnya dari Instagram dan social media lainnya.
 
Di Indonesia sendiri peningkatan di tahun lalu tercatat hingga menembus angka 105% penjualan ritel.
Anda juga perlu membenahi aplikasi mobile agar lebih user friendly hingga memudahkan pengguna.
 
Dengan begitu konsumen pun akan senang mengakses aplikasi penjualan online ritel Anda.